
24 Orang Setiap Menit
Menurut kantor berita BBC pada Kamis 15 Desember 2011, ada beberapa teman survei yang terhitung mencengangkan. Survei ini digelar oleh Badan Pengendalian Penyakit Menular. Pertama, sedikitnya 20 persen wanita di Amerika Serikat pernah atau hampir di perkosa. Kedua, 25 persen wanita pernah mengalami kekerasan seksual yang dilakukan pacar atau suami mereka. Ketiga, lebih dari 24 orang di AS setiap menitnya melaporkan kasus perkosaan,kekerasan dan penguntitan. Sementara di Depok,Jawa Barat, ada perempuan dirampok dan diperkosa dalam angkot. Modus operandi pemerkosaan adala angkot diputar-putar menyusuri jalan raya dan usik diputar dengan kencang.
Menurut Dr.Linda Degutis, kepala divisi Pencegahan dan Kendali Luka dari Badan Pengendalian Penyakit Menular, akibat-akibat negatif para korban secara psikis adalah ketakutan dan stres pasca trauma. Secara fisikal adalah asma, infeksi kandung kemih, diabetes,sakit kepala yang sering muncul,nyeri kronis, dan sulit tidur.
Sebenarnya pelaku dan korban sama-sama mengalami kerugian. Kerugian para korban sudah disebut Degutis. Kerugian pelaku adalah mereka yang semula orang bebas menjadi buron polisi dna mendekam dalam penjara. Setelah keluar, mereka menjadi sampah masyarakat. Selain itu, dampak sosiologis korban dan pelaku sangat berat untuk mereka tanggung. Harus ada waktu dan perjuangan agar mereka bisa diterima masyarakat. Namun, meski ada risiko yang harus ditanggung, tetap saja ada 24 orang setiap menit yang menjadi korban . Artinya, pelaku kejahatan tahu risiko tetapi tidak takut menghadapinya.
Karena itu, menurut Alkitab, mata mereka hendaknya dicungkil dan tangan mereka hendaknya dipenggal supaya tidak tersesat (MAT. 5:27-30). Gambarannya, kalau mereka tidak mempunyai dua anggota badan itu, tentu mereka tidak tersesat lagi. Maksudnya di sini adalah pertobatan. Orang yang bertobat tentu tidak tersesat,tidak berdosa, dan tidak berzinah lagi.




0 komentar:
Posting Komentar