RINTIHAN KAWAN KECIL

Label:


“HAPPY BORNDAY SELLA!” kejutan yang begitu istimewa itu bisa membuat gue terharu dan airmata yang nggak bisa gue tahan lagi membanjiri pipi. “Te..te..rimakasih ya semua,” ujar Sella dengan sunggingan senyum yang mewarnai wajahnya. Memang Sella dikenal sebagai anak kecil yang murah senyum, cantik , dan tak mengenal menyerah di kompleknya yaitu kompleks Cikal,Jakarta Utara. “Iya Sella , semoga diulangtahun loe yang ke-8 di tanggal 1 Februari ini,loe tambah yang baik-baik ya.. and jangan pernah lupain persahabatan kita !” ucap Adit salah satu sahabat Sella yang pualing dekat. “Tentu, nggak akan pernah gue lupain loe Dit, loe udah buat hidup gue bermakna dengan jalannya persahabatan ini!” ucap Sella sambil menepuk pundak Adit. Adit dan Sella udah sahabatan sejak umur 5 tahun, ya bisa dibilang baru bentar, tapi persahabatan mereka udah kayak lem, yang nggak bisa dipisahkan begitu saja. 2 bulan setelah ulangtahun Sella.. Ia di seret Ayahnya ke Ruang Keluarga bersama ibu dan adiknya. “ dek, ayah mau kamu sekolah di Malang, soalnya Ayah dapet kerjanya di sana, jadi kita semua harus pindah ke Malang sana, adek mau kan?” jelas Ayah kepada Sella. “Malang? Ya Sella mau yah, !!” jawab Sella dengan tegasnya. Ya, tentu Sella menjawab dengan serunya, karena kota Malang adalah kota yang ingin ia kunjungi sejak dulu. “oke, rencana ayah akan berangkat 2 hari lagi , siap-siap ya dek,” ucap Ayah dengan wajah yang senang. Keesokan harinya, Sella langsung sms Adit. ~Dit, bisa nggak hari ini kita ketemu, gue mau ngomong sesuatu!~ demikian sms dari Sella. ~Ya, tentu bisa. Emang loe mau ngomong apaan? Kayaknya penting banget ya. Oke oke!” balas Adit. Sore harinya mereka ketemuan di taman, “Dit, besok gue mau pindah ke Malang, loe jaga diri ya!” ujar Sella. “Ha?? Besok?? Tapi kita nggak akan lost contact kan ??” kata Adit dengan wajah tertekuk. Sella tak menjawab, ia langsung pergi karena tak mau meneteskan airmatanya didepan sahabatnya itu. Jam menunjukan pukul 04.00 pagi, keluarga Sella akan berangkat. Sang Ayah mulai tancap gasnya menuju Malang. sesampainya disana, mereka mencari tempat tinggal. Sesudah mereka mendapatkan tempat tinggal, sang Ayah langsung mencarikan sekolah untuk anaknya. 3 tahun berlalu, Sella kini duduk dibangku SMP , ya tentu, dengan parasnya yang cantik dengan mudahnya seribu teman Ia dapatkan. Sella selain dikenal cantik Ia juga terkenal pandai, hingga banyak Senior-seniornya yang suka sama Sella. “Hai Sell, mau jajan di kantin nggak? Gue traktir deh,” pinta Deva salah satu seniornya. “ditraktir beneran nih kak?? Gue sih mau mau aja kak, ayo!” jawab Sella dengan sunggingan senyum manisnya. Mereka ngobrol-ngobrol , melihat sosok Deva , Sella ingat akan sahabat kecilnya , Adit. Tapi Tuhan berkehendak lain, Adit dan Sella harus berpisah karna pekerjaan orangtua Sella. Sepanjang hari Ia lewati, hingga Ia masuk ujian. Ujian Nasional, Ujian yang menentukan nasibnya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 4 hari Ia berjuang menjawab butir-butir soal dengan tekun. Sampai akhirnya Ia dinyatakan lulus. Ia teringat kembali akan Adit. Selanjutnya Ia nge-sms Adit. ~ Adit, loe masih inget gue nggak?? Gue lulus Dit, loe gimana?~. ~Gue masih inget loe kok Sell, sama dong, gue juga lulus, rencana gue mau nglanjutin SMA ke Malang, semoga gue bisa ketemu loe deh, kangen kayak dulu lagi pas kita bareng-bareng~ balas sms Adit ke Sella. ~wah bagus dong, emm... yaudah ya Dit, bye.. See you in Malang J ~ demikian mereka saling balas sms. (hemmm, gue mau masuk SMA mana ya?? Nanti kalo aku di SMA di hina ama senior-senior gimana?? Hemm, tapi gapapadeh, semoga  nanti gue satu sekolah ama Adit, jadi ada yang slalu nglindungin gue.) tanya dan harap Sella dalam hati. “Sella...! sini dek.. ayah mau bicara!” teriakan ayah yang menggetarkan daun telinga Sella. “Apaan lagi sih,yah??” tanya Sella. “gini lho dek, kamu mau masuk SMA mana??” terlihat sang ayah bertanya . “Sella pengennya masuk SMA 1 Malang,yah.. di situ aja yah..,”jawab Sella sambil nyelonong masuk kamarnya dengan berlari.
Pagi harinya, Sella dan Ayah menuju ke SMA tersebut, Sella mendaftar di sana, dan ternyata Sella juga di terima di sana. Nah, 2 hari kemudian, Sella masuk dan mengikuti MOS di SMA tersebut. Dan kalian tau? Lagi-lagi Sella jadi seperti putri raja yang selalu di perlakukan baik dan nggak pernah dapat makian para seniornya. Saat Sella hendak pulang setelah mengikuti MOS hari pertama, “brak” ada seorang cowok tinggi, gagah, putih, dan senyumnya indah tuk di pandangi yang tiba-tiba menabrak Sella di tangga sekolahnya. “eh, sory, gue buru-buru, loe nggak papa kan?” ucap si Cowok. “em, nggak papa,” ucap Sella jutek. “eh..eh.. tunggu tunggu.. loe Sella ya?” tanya cowok tersebut. “iya..! gue Sella, sory.. gue buru-buru, duah di jemput,” jawab Sella sambil pergi meninggalkan cowok tersebut. Cowok tadi adalah Adit, tapi kini Sella tak mengenalinya, mungkin karena sosoknya yang berbeda , dulu waktu kecil gendut ,pendek, nggak putih-putih amat, sekarang berubah menjadi cowok yang KEREN. 10 hari kemudian... Sella mulai mengikuti kegiatan belajar di SMA tersebut. Sella sangat disegani oleh anak-anak yang lain, Ia menjadi primadona di Sekolahnya. :teeeeeet,,teeeeet..teeeeet: bel istirahat berbunyi. Sella pergi menuju kantin bersama Denada sahabat barunya , saat Sella duduk dan menikmati makanan yang tersedia, ia merasa aneh.”Nada, loe liat cowok itu deh, ngapa sih dia, senyum sendiri, ih, aneh deh, jadi males makan,” kata Sella. “Halah.. masak loe nggak tau dia siapa Sel, cowok itu namanya Adit, cowok paling keren di sekolah ini!” Nada mulai menjelaskan. “Adit?? Jadi keinget sahabat kecil gue.” Ucap Sella dengan sedihnya. Selama di sekolahnya , setiap ada yang jahatin Sella, Adit selalu datang seperti pahlawan di kehidupan Sella. Tapi Sella tak pernah menyadari bahwa Adit adalah sahabat kecilnya. Adit selalu berjuang untuk mendapatkan Sella, namun Sella selalu bersikap kasar terhadap Adit, sampai suatu saat, Adit dan Sella bertemu disebuah taman, Sella tetap bersikap cuek kepada Adit. “aaaaaaaaa!” teriak Sella karena Sella di taarik oleh penculik. “heii! Loe penculik-penculik jahat! Lepasin Sella , kalo nggak loe lepasin loe bakal masuk penjara!” teriak Adit menghampiri penculik tersebut. “ Hei, anak kecil! Loe ngajak gue berantem ?? sini loe maju!” dengan sigap pukulan demi pukulan hadir di wajah Adit, dan Adit tertusuk sebuah alat berujung lancip yang membuat Adit tergeletak dan mati. Mulai saat itulah, Sella selalu di hantui oleh Adit, Adit selalu merintih kesakitan dan merasa tersakiti oleh Sella, Adit selalu mengatakan bahwa ia sahabat kecilnya, tapi Sella selalu menjauh. Sampai suatu hari Sella mendapatkan informasi, bahwa Adit yang slama ini selalu nolongin dia adalah Sahabat kecilnya. Tangis penyesalanpun tak henti-hentinya membasahi wajahnya. Sella langsung menuju makam Adit. “Dit, ini gue Sella, maafin gue Dit, gue nggak tau kalo slama ini yang udah beribu kali nylametin gue adalah loe! Kita udah beda tempat Dit, setidaknya slama hidup loe,loe udah bisa buat gue nyaman sama loe, walaupun gue sering cuek sama loe, tolong Dit, mulai sekarang loe jangan ganggu hidup gue lagi, gue selalu sayang Dit ama loe..” Sella ngomong di depan makam Adit dengan tangis bagai air bah. Sejak saat itu pula, Adit tidak lagi menghantuinya. 

0 komentar:

Posting Komentar